Top Headlines

24 June, 2011

Serangan Kera Merapi Mengganas



BOYOLALI - Serangan kera kian menggila. Sedikitnya 70 hektare lahan pertanian di Kecamatan Selo, Boyolali, ludes tak terselamatkan akibat serbuan ribuan ekor kera yang kian ganas belakangan. Kondisi itu mengancam pasokan sayur ke berbagai pasar.
Menurut Tumar, kepala Desa Jrakah, Kecamatan Selo, serangan kera tersebut mencapai puncaknya kemarin (23/6). Lahan pertanian warga, yang mayoritas ditanami sayuran, ludes tak tersisa. ”Tanaman wortel pun dicabuti kera-kera itu,” katanya.
Para petani di lereng Gunung Merapi mencemaskan serangan kera yang cenderung mengganas tersebut. Sebab, panen palawija tinggal sepekan lagi dilakukan. Namun, banyak lahan sayur yang tidak bisa dipanen karena diserbu ratusan kera dari hutan Merapi. ”Kalau tidak segera diatasi, bisa-bisa terjadi krisis sayuran,” ungkap Tumar.
Bukan hanya lahan sayur di Desa Jrakah, hampir seluruh lahan warga di Kecamatan Selo juga diserang kera. Di Desa Suroteleng, Kecamatan Selo, 25 hektare kebun warga dijarah kera. ”Nyaris tidak ada yang tersisa,” kata Kades Suroteleng Mardiyanto.
Ditambahkan, para petani sudah frustrasi. Sebab, segala upaya untuk mengatasi serangan kera itu gagal. Perangkap jaring tak lagi mempan. ”Warga pernah nekat berusaha membunuh kera-kera tersebut dengan memasang jebakan racun. Tapi, cara itu juga tidak efektif,” terangnya. 
Saat ini, lanjut dia, serangan ribuan kera tersebut bahkan tidak bisa ditebak lagi. Dalam melancarkan aksinya, mereka tidak lagi mengenal waktu. Pernah petani menunggui kebun mereka seharian penuh. Namun, kera-kera itu tidak muncul. ”Mereka seperti tahu kapan petani lengah. Belakangan mereka juga mengincar kebun wortel. Malam hari mereka menggali tanah untuk mengambil wortel,” ucapnya.
Serangan atas kebun wortel itu diketahui kemarin pagi. Anak-anak yang bermain di ladang menemukan tanaman wortel ludes. Hanya tersisa bagian batangnya yang berserakan di tanah. 
Menyikapi keluhan tersebut, Camat Selo Subiso mulai mendata lahan warga yang diserang kera. Sejauh ini, sedikitnya 70 hektare lahan sayur warga ludes. Diperkirakan, serangan kera-kera itu terus meluas. Sebab, stok makanan di hutan di lereng Merapi diperkirakan sudah habis akibat erupsi. ”Sasarannya ya lahan warga. Kera-kera ini lapar,” ujarnya.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Subiso menyatakan segera berkoordinasi dengan pemkab dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) wilayah Boyolali dan Klaten. ”Kami akan bahas cara menghentikan serangan kera itu tanpa melukai atau membunuh. Kami berharap ada cara lain untuk mencegah serangan tersebut,” tuturnya. (un/jpnn/c9/soe)


Share/Bookmark

0 komentar:

Post a Comment

Saran dan KIritik terhadap blog ini akan sangat bermanfaat bagi keberlanjutan dan kekreatifan blog ini

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More