Top Headlines

24 June, 2011

Lahan Pertanian Menyusut 119 Hektare

Lahan Pertanian Menyusut 119 Hektare
BENGKULU- Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu mencatat, hingga Mei 2011 penyusutan lahan pertanian di daerah setempat mencapai 119 hektare akibat terjadinya alih fungsi lahan. 

"Kami terus berupaya dengan memberi penyuluhan dan bantuan agar alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman maupun perkebunan tidak dilakukan, sebab penyusutan lahan pertanian di daerah ini sudah mencapai 119 hektare," kata Kepala Bidang tanaman pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu Saryono, Jumat (24/6). 

Ia mengatakan, penyusutan lahan pertanian tersebut terdapat di lima lokasi yakni Betungan, Kampung Melayu, Pematang Gubernur, Dusun Besar dan Ratu Agung Kota Bengkulu. 

"Adanya alih fungsi lahan pertanian ke perkebunan maupun pemukiman kami dapati di lima lokasi yakni Betungan 46 hektare, kampung Melayu 57 hektare, Pematang Gubernur 12 hektare, Dusun Besar dua hektare dan Ratu Agung dua hektare," ujarnya. 

Menurut dia, banyaknya terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit maupun pemukiman karena dinilai lebih menjanjikan keuntungan kepada para petani. 

Akibatnya, terjadi penyusutan lahan pertanian sawah irigasi di Kota Bengkulu seluas 119 hektare dari total luas lahan pada 2010 seluas 2.919 hektare yang mencakup delapan kecamatan di daerah setempat. 

Setiap tahunnya para petani dengan luas lahan 2.919 hektare tersebut dapat menghasilkan padi sekitar 12.532 ton gabah kering giling. 

"Alih fungsi lahan dikhawatirkan dapat mengancam ketahanan pangan di daerah sebab hasil panen petani yang biasanya rata-rata sekitar enam sampai tujuh ton per hektare gabah kering itu sebagian besar digunakan untuk konsumsi warga daerah ini," ujarnya. 

Ia mengatakan, untuk melindungi lahan pertanian dari pengalihfungsian lahan tersebut pemerintah sudah menerbitkan undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pangan berkelanjutan. 

Undang-undang tersebut diterbitkan dengan pertimbangan makin meningkatnya pertambahan penduduk serta perkembangan ekonomi dan industri yang memicu degradasi, alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian. Selain itu pemerintah Kota Bengkulu telah mengeluarkan peraturan wali kota yang tertuang dalam Perwal nomor 2 tahun 2011 tentang larangan alih fungsi lahan pertanian. 


Share/Bookmark

2 komentar:

MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA
dengan tanam padi pola gabungan SRI, PO, dan sistem JAJAR LEGOWO

Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia.
NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) hingga sekarang.
Produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an. Capaian produksi padi saat itu bisa 6 — 8 ton/hektar.
Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin rusak, semakin keras dan menjadi tidak subur lagi.
Sawah-sawah kita sejak 1990 hingga sekarang telah mengalami penurunan produksi yang sangat luar biasa dan hasil akhir yang tercatat rata-rata nasional hanya tinggal 3, 8 ton/hektar (statistik nasional 2010).

Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.

System of Rice Intensification (SRI) yang telah dicanangkan oleh pemerintah (SBY) beberapa tahun yang lalu adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas, serta harga produk juga jauh lebih baik.
SRI sampai kini masih juga belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena pada umumnya petani kita beranggapan dan beralasan bahwa walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam proses budidayanya.

Selain itu petani kita sudah terbiasa dan terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dan serba instan dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga umumnya sangat berat menerima metoda SRI ini.
Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.

Kami tawarkan solusi yang lebih praktis yang perlu dipertimbangkan dan sangat mungkin untuk dapat diterima oleh masyarakat petani kita untuk dicoba, yaitu:

“BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK AJAIB SO / AVRON / NASA + EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS (EM16+), DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO”, hasilnya lebih baik, bisa meningkat 1 — 4 kali disbanding pola bertani biasa.

Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki pada pola SRI, tetapi cara pengolahan tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 100% — 400% dibanding pola tanam konvensional seperti sekarang.

komentar Anda silahkan di:
omyosa@gmail.com, atau di
02137878827, 081310104072, atau
bisa juga komentar langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html

MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA
dengan tanam padi pola gabungan SRI, PO, dan sistem JAJAR LEGOWO
...lanjutan...


PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA merupakan pupuk organik lengkap yang memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah dengan kandungan asam amino paling tinggi yang penggunaannya sangat mudah,
sedangkan EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat composer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali,
sementara itu yang dimaksud sistem jajar legowo adalah sistem penanaman padi yang diselang legowo/alur/selokan, bisa 2 padi selang 1 legowo atau 4 padi selang 1 legowo dan yang paling penting dalam tani pola gabungan ini adalah relative lebih murah.

CATATAN:
1. Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri system pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh (demplot) bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu ANDA MENJADI AGEN SOSIAL penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.
2. Cara bertani organik tidak saja hanya untuk budidaya tanaman padi sawah, tetapi bisa juga untuk berbagai produk-produk Agro Bisnis yang meliputi pertanian (padi, palawija, buah dan sayuran), perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Hasil panen setelah menggunakan Pupuk Ajaib SO
Kesaksian untuk tanaman pertanian tanpa pestisida kimia, dan perangsang tumbuh tambahan lainnya :
* Cabe Organik bias mencapai 6 kg/pohon, dan umur tanaman bisa sampai 3 tahun.
* Padi Organik bias mencapai rata-rata 16—24 ton / hektar.
* Bawang Merah Organik bisa mencapai diatas 24–36 ton / hektar
* Jamur Tiram Organik bisa meningkat 300 % dari biasanya, dan bebas ulat !
* Bawang Daun Organik bisa mencapai rata-rata 1 kg/batang
* Kol Organik bisa mencapai rata-rata 5-8 kg/pohon
* Sawit yg sudah tidak produktif bisa kembali lagi produktif, sedangkan yg diberi pupuk
kimia tidak ada perubahan
Kesaksian untuk hewan dan ikan tanpa vaksin, antibiotik, dan vitamin lainnya :
* Nila 3cm dirawat 2 minggu bisa sebesar umur 2 bulan padahal pakannya hanya
ampas tahu & bekatul.
* Bebek afkir yang biasanya telurnya hanya 10% bisa meningkat jadi 50% lebih.
* Sapi beratnya meningkat di atas 1,5 kg/hari padahal pakannya hanya daun-
daunan saja.
* Broiler bisa panen pada hari ke 28-29 berat 1,5-1,7 kg
* Pembibitan lele angka kematian bisa sampai pada 0%
* Budidaya belut bibit 3 bulan bisa mencapai berat rata-rata 500 gram/ ekor
* Lele 5—7 cm bisa panen dalam waktu 29 hari

Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.

AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!! SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?

Anda siap menjadi donatur bagi pekerja sosial agen penyebaran informasi, atau Anda sendiri merangkap sebagai pekerja sosial agen penyebaran informasi itu dilokasi sekitar anda berada, atau pada wilayah yang lebih luas lagi diseluruh Indonesia

komentar Anda silahkan di:
omyosa@gmail.com, atau di
02137878827, 081310104072, atau
bisa juga komentar langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html

Post a Comment

Saran dan KIritik terhadap blog ini akan sangat bermanfaat bagi keberlanjutan dan kekreatifan blog ini

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More