T6 Jurus Kilat Agar Wanita Capai Orgasme

Ketika melakukan seks dengan pasangan biasanya para lelaki hanya memikirkan kepuasan diri semata tanpa memperdulikan kepuasan dari wanita pasangannya.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Top Headlines

Showing posts with label Pembangunan Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan Pertanian. Show all posts

21 January, 2012

Membuat taman di atap

 Membuat taman di atap memiliki banyak manfaat. Seperti menghadirkan udara yang lebih sejuk karena panas sinar matahari terserap lebih dulu sebelum masuk ke dalam rumah. Taman di atap juga mampu menyaring udara yang penuh polusi.
Bagaimana tahap-tahap membuat taman di atap? Menurut Arsitek Irfan Hidayat, tahap pertama ialah memastikan atap dak beton dalam kondisi baik serta siap diberi beban tambahan berupa tanah, kerikil dan pasir. Lalu tahap selanjutnya, tambahkan lapisan waterproofing untuk menghindari kebocoran pada atap beton.
Selanjutnya, susunlah bata secara berderet dengan jarak antar bata 3 sentimeter. Fungsi jarak antar bata ini untuk menjaga agar saat musim hujan tiba, air yang mengalir mudah menuju saluran pembuangan.
Pasang sub base yang merupakan campuran batu dan ijuk. Tebalnya kira-kira 5 sentimeter. Gunanya, kerikil dan ijuk berfungsi menyaring tanah agar tak ikut masuk ke saluran pembuangan terbawa air hujan. Setelah sub base, lapisi dengan pasir yang berfungsi membantu sistem drainase.
Sesudah lapisan pasir rata, tambahkan campuran tanah merah dan kompos dengan ketebalan 7-10 sentimeter. Ketebalan tanah diukur dari jenis tanaman apa yang akan anda tanam di atap. Pilihlah yang kuat dengan pancaran sinar matahari, tahan terhadap pasokan air yang jarang, juga tak banyak akarnya.  


Share/Bookmark

Jurus Ampuh Gaet Beasiswa



Beasiswa ke luar negeri kini menjadi incaran. Terlebih lagi, kesempatan untuk memenangkannya semakin terbuka lebar. Berbagai lembaga donor menyediakan banyak kesempatan studi ke luar negeri bagi mereka yang memang ingin memperjuangkannya. Namun, kompetisi pun semakin ketat. Tak bisa hanya sebatas berjuang tanpa mempersiapkan strategi atau jurus jitu untuk memenangkannya. Nah, tips-tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda untuk memenangkan satu dari sekian banyak beasiswa yang patut dicoba!

1. Jangan menunda!
Luangkan waktu untuk mencari tahu peluang beasiswa bagi mahasiswa. Banyak kesempatan untuk studi selama beberapa tahun yang dibuka bagi pelajar atau mahasiswa untuk beberapa tujuan tertentu. Melakukannya di awal waktu akan lebih baik. Jangan lupa, perhatikan pula nilai IPK Anda karena ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan ini.

2. Persempit pencarian 

Jika Anda sudah memiliki pilihan akan menentukan studi di negara mana, maka Anda dapat mempersempit pencarian dengan mencari beasiswa yang spesifik dalam memberikan kesempatan bagi kandidat untuk studi di negara tersebut. Biasanya akan banyak organisasi yang membiayai beasiswa seperti ini.

3. Pilih beasiswa yang sesuai dengan minat dan keunggulan Anda 
Jika Anda unggul dalam bahasa asing, maka kesempatan untuk studi ke luar negeri terbuka lebar untuk Anda. Mempertajam pencarian tidak hanya membantu Anda mengidentifikasi beasiswa yang punya peluang untuk dimenangkan, tetapi juga bisa membantu memenangkan kompetisi tersebut.

4. Konsultasi
Konsultasikan keinginan Anda untuk berkuliah di luar negeri kepada kantor urusan mahasiswa di kampus Anda. Hal tersebut akan memudahkan Anda selanjutnya untuk mendapatkan beasiswa.

5. Jangan membatasi pencarian
Carilah beasiswa yang tidak terbatas pada program-program belajar di luar negeri saja. Banyak kesempatan dalam bentuk studi-kerja, beasiswa, dan pembiayaan. Memang hal ini akan membutuhkan investigasi. Akan tetapi, dengan sedikit melakukan pencarian lebih keras, Anda akan lebih memperbesar peluang studi ke luar negeri.

6. Bagaimana jika gagal?
Jika semua usaha tersebut gagal, maka cobalah mencari tahu mengenai program bekerja di luar negeri. Bagi mahasiswa yang sudah lulus atau belum lulus, maka biasanya banyak informasi mengenai hal ini. Program tersebut bisa menghubungkan Anda dengan organisasi yang memberikan kesempatan pendidikan dengan mensyaratkan Anda untuk mengajarkan bahasa Inggris di suatu negara. Mendapatkan kesempatan studi di luar negeri memang menjadi cara umum bagi mahasiswa untuk bepergian ke luar negeri. Namun, itu bukan satu-satunya jalan. Pilihlah yang terbaik bagi Anda dan situasi keuangan Anda. 
Sumber :
voices.yahoo.com


Share/Bookmark

18 December, 2011

Syarat Beasiswa TNI TA 2011

MAKASSAR,UPEKS--Mabes TNI memberi kesempatan mahasiswa Indonesia jadi calon perwira Prajurit Karier (PA PK) mahasiswa beasiswa TNI TA 2011. 
Syaratnya, berkelakuan baik, tidak kehilangan hak menjadi prajurit TNI dinyatakan surat keterangan dari Polres setempat dan bebas narkoba.
Ketentuan lain, belum pernah menikah dan sanggup tak menikah selama status mahasiswa beasiswa TNI, kata Kapendam VII/Wirabuana, Kolonel Kav. Sulaiman Agusto kepada Upeks, Jumat (16/12). 
Selain itu, lanjut Kapendam, calon harus mendapat rekomendasi dari Dekan/Direktur fakultas/jurusan dan melampirkan transkrip nilai studi. IPK minimal 2,60 bagi yang sedang menempuh profesi dan 2,80 untuk program S.1 
Bagi yang berminat, ajukan permohonan tertulis ke Panglima TNI U.p. Aspers Panglima TNI, Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. 
Pendaftaran mulai 1 s/d 31 Desember 2011. Untuk info lengkap dapat ditanyakan di kantor Ajendam VII/Wirabuana Jl Urip Sumohardjo KM 7 Makassar atau Website : www.rekrutmen-tni.ilmci.com. tandas Kapendam.

Share/Bookmark

14 December, 2011

Beasiswa Australia Awards 2012


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia memberikan beasiswa bergengsi senilai 8,5 juta dollar Australia  kepada 43 warga Indonesia berprestasi untuk melanjutkan studi atau penelitian di Australia tahun depan.
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari program Australia Awards 2012, yang bertujuan untuk memajukan pembangunan berkelanjutan dan keunggulan pendidikan di seluruh dunia.

Warga Indonesia penerima beasiswa tersebut termasuk 26 penerima Endeavour Awards berprestasi tinggi, empat di antaranya juga menerima beasiswa Prime Ministers Australia Asia Endeavour Award yang bergengsi. Selain itu, 17 tokoh muda Indonesia juga menerima beasiswa Australian Leadership Award, termasuk empat penerima beasiswa Allison Sudrajat Award.

Ini suatu prestasi besar untuk para penerima beasiswa dari Indonesia mengingat mereka bersaing melawan ilmuwan-ilmuwati terbaik dari seluruh dunia untuk mendapatkan beasiswa yang sangat berharga dan bergengsi ini , ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Moriarty, Rabu (14/12/2011).

"Melalui beasiswa ini, Australia akan mendukung pembangunan Indonesia dengan mendukung pemimpin dan ilmuwan-ilmuwati masa depan dalam studi mereka. Beasiswa ini juga akan membangun hubungan antar-warga jangka panjang dan lestari antara Australia dan Indonesia," tutur Dubes Moriarty.

Pada acara tersebut, Dubes Moriarty juga meluncurkan penerbitan Australia Awards Indonesia 2010 Update yang mengkaji dampak Beasiswa Australia pada Indonesia.
Australia Awards adalah prakarsa Pemerintah Australia yang dimaksudkan untuk memperkukuh kapasitas sumber daya manusia, hubungan pendidikan dan keterampilan, serta pengetahuan di seluruh kawasan.



Share/Bookmark

National Champion Scholarship 2012/2013


National Champion Scholarship kembali membuka pendaftaran tahun 2012/2013 bagi mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan finansial. Beasiswa S-1 akan diberikan kepada 200 mahasiswa berprestasi dari 7 (tujuh) perguruan tinggi negeri mitra Tanoto Foundation, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Jambi (UNJA), Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Sumatera Utara (USU). Sedangkan untuk beasiswa S-2 akan diberikan kepada 30 mahasiswa berprestasi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).
Adapun persyaratan utama “National Champion Scholarship“ jenjang S-1 adalah prestasi tinggi dengan IPK minimum 3,00 (skala 4,00), berusia maksimum 21 tahun, dan berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi yang terbatas. Sedangkan bagi mereka yang baru duduk di tahun pertama Perguruan Tinggi, minimum nilai rata-rata raport kelas 3 SMU adalah 8,00 (skala 10). Untuk jenjang S-2, minimum IPK adalah 3,25 (skala 4,00) serta tambahan persyaratan lainnya adalah: berusia maksimum 40 tahun dan memiliki pengalaman kerja minimum 2 (dua) tahun setelah menyelesaikan program S-1.
Beasiswa Tanoto Foundation meliputi biaya kuliah setiap semester sampai dengan Rp 3.000.000,- untuk jenjang S-1 dan sampai dengan Rp 15.000.000,- untuk jenjang S-2. Selain itu, setiap penerima beasiswa akan menerima tunjangan bulanan Rp 500.000,- untuk jenjang S-1 dan Rp 1.200.000,- untuk jenjang S-2.
Proses seleksi beasiswa “National Champion Scholarship” terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu seleksi dokumentasi, psikotes dan wawancara. “Proses seleksi beasiswa yang ketat ini berbanding lurus dengan keistimewaan yang kami berikan kepada para penerima beasiswa (Tanoto Scholars), seperti beragam program pembekalan (enrichment program), program konseling, program magang di perusahaan – perusahaan yang terafiliasi dengan Tanoto Foundation, serta program networking tahunan pada Tanoto Scholars Gathering,” tambah Ratih.
Pendaftaran “National Champion Scholarship” dibuka melalui registrasi online di www.simbatanoto.org pada 10 Desember 2011 sampai dengan 31 Januari 201


Share/Bookmark

Beasiswa "Debt Swap" Indonesia-Jerman!


ShutterstockIlustrasi
KOMPAS.com - Meski baru akan dibuka pada Februari 2012 mendatang, ada baiknya bagi Anda yang tengah berburu beasiswa mempersiapkan diri untuk mendapatkan peluang studi ke Jerman yang satu ini! Namanya, program "debt swap". Program ini merupakan program pengurangan jumlah utang luar negeri Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajukan usulan Debt Swap VII (Program Beasiswa IGSP : Indonesian-German Scholarship Program) dengan tujuan untuk meningkatkan mutu Perguruan Tinggi di Indonesia dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Program Debt Swap I dan II telah dilaksanakan sebelumnya dalam sektor pendidikan, tepatnya di bidang pendidikan dasar dan rehabilitasi sarana sekolah.

Apa saja fokus kajian beasiswa ini?

1. Ekonomi dan keuangan fokus Pengentasan Kemiskinan
2. Perubahan ikilm, lingkungan dan keanekaragaman hayati
3. Energi baru dan terbarukan, sumberdaya alam
4. Ketahanan dan keamanan pangan
5. Kesehatan, Penyakit Tropis, gizi dan obat-obatan
6. Pengelolaan dan Mitigasi Bencana
7. Integrasi Nasional dan harmonisasi sosial
8. Otonomi daerah dan desentralisasi
9. Seni dan Budaya/ Industri kreatif (culture technology)
10. Infrastuktur, Transportasi dan teknologi pertahanan (Satelit)
11. Teknologi Informasi dan komunikasi
12. Pembangunan Manusia dan Daya Saing Bangsa
13. Maritim, teknologi Maritim
14. Nano Teknologi

Persyaratan kandidat:


1. Dosen/calon dosen dengan gelar Master (PNS/Non-PNS) di lingkungan PTN/PTS
2. Calon dosen dari program “Fast Track”
3. Lulusan Magister dari dalam maupun luar negeri yang direkomendasikan oleh PTN/PTS untuk menjadi dosen di lingkungannya
4. Non-dosen yang merupakan staf dari Kementerian lainnya dengan sumber dana dari Kementerian yang berkepentingan
5. Peserta calon Doktor:
    - Memenuhi persyaratan akademik: IPK untuk lulusan S2 > 3.20, IPK lulusan S1 > 3.00, dan S2 > 3.25 untuk program Fast Track
    - Memenuhi persyaratan non-akademik: ITP/iBT TOEFL > 550/equal atau IELTS > 6.5, track recordyang baik dalam jumlah publikasi atau hasil karya penelitian
    - Sikap/etika kerja dan sikap/etika penelitian yang baik
6. Untuk keberangkatan tahun 2012, kandidat diwajibkan untuk mendaftar online di website studi.dikti.go.id

Persiapkan dokumen ini!

1. Mengisi Form A Dikti
2. Curriculum Vitae (CV in English)
3. Melampirkan proposal rencana usulan disertasi dalam bahasa Inggris atau Jerman
4. Letter of Acceptance (LoA) dari Professor dan PT di Jerman
6. Surat Keterangan pengajar tetap yang dikeluarkan oleh Rektor PT di Indonesia
7. Memiliki track record yang baik dalam jumlah publikasi ataupun hasil karya penelitian (jika ada)
8. Fotokopi sertifikat pelatihan (jika ada)
9. Sertifikat ijazah pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir
10. Sertifikat ijazah pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir dan diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris
11. Fotokopi transkrip nilai pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir
12. Fotokopi transkrip nilai pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir
13. 2 (dua) lembar pas foto (3×4)
14. Fotokopi sertifikat kursus bahasa Jerman (jika ada)
15. Sertifikat TOEFL/IELTS yang masih berlaku (Prediction TOEFL tidak diterima)
16. Peserta wajib menjalani ikatan dinas kerja untuk menjadi dosen/staff di Indonesia.
17. Kelengkapan berkas dikirim ke alamat dibawah ini dan soft copy dokumen dikirim kesekterariat.igpsp@gmail.com

Pola pembelajaran


Pola-pola pembelajaran yang ditawarkan:
1. Graduate School; perkuliahan dan penelitian dilaksanakan di Jerman selama 3 tahun;
2. Research Program; penelitian dilaksanakan di Jerman selama 3,5 tahun;
3. Sandwich Program; calon doktor terdaftar sebagai mahasiswa Doktor di Indonesia. Penelitian pendukung dilaksanakan di Jerman selama 6-12 bulan;
4. Double Degree; perkuliahan dan penelitian dilaksanakan di Indonesia selama 1 tahun dan di Jerman selama 1 tahun
5. Fast Track; perkuliahan dan penelitian akan disesuaikan dengan status akhir calon Doktor karena pola ini khusus ditujukan bagi perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan program akselerasi Sarjana/S1 dan Magister/S2 dalam waktu 5 tahun.

Bagi Anda yang berminat, pendaftaran untuk program IGSP Debt Swap periode 2012-2013 akan dibuka Februari 2012. Informasi selengkapnya, kunjungi situs web ds5k.kemdiknas.go.id


Share/Bookmark

28 November, 2011

Yang Perawan dapet Beasiswa





BO, KOMPAS.com — Pemerintah kota Bo, Sierra Leone, menawarkan beasiswa selama lima tahun khusus kepada pelajar putri. Namun, ada syarat khusus yang harus dipenuhi, yakni mereka harus menjaga keperawanan sampai mereka lulus, kantor berita AFP melaporkan, Jumat (25/11/2011).

Pemerintah kota terbesar kedua di Sierra Leone itu berharap bisa memastikan "setidaknya 80 persen pelajar putri menjaga kegadisan sampai mereka menyelesaikan masa pendidikan", seperti dinyatakan ketua dewan kota Bo, Matthew Margao.

Margao menambahkan, beasiswa itu diberikan sampai para mahasiswi itu menyelesaikan perguruan tinggi.

Dewan kota memutuskan skema itu sebagai cara untuk mengurangi kehamilan di usia remaja sekaligus mengampanyekan agar kaum perempuan mendapat pendidikan tinggi. Margao berharap kota-kota lain juga mengikuti kebijakan pemerintah kotanya.

"Petugas kesehatan perempuan" akan ditugaskan untuk memeriksa keperawanan para penerima beasiswa.

Sejumlah orangtua menyatakan keraguan mereka terhadap "beasiswa perawan" itu. Aminata Lahai, seorang ibu, mengatakan, "Saya tidak sampai hati untuk membiarkan anak perempuan saya diperiksa (keperawanannya) karena beasiswa. Menurut saya, ada cara lain untuk melakukannya."

Ini bukan inisiatif pertama yang dilakukan Pemerintah Sierra Leone untuk meredam angka kehamilan remaja. Menurut data Unicef, negara itu termasuk salah satu negara dengan angka kehamilan remaja tertinggi di dunia.

Kehamilan remaja merupakan salah satu penyebab utama hanya 15 persen perempuan Sierra Leone yang berhasil menyelesaikan pendidikan menengah, menurut data Unicef pada 2009.

"Beasiswa perawan" serupa juga diajukan di distrik Koinadugu beberapa tahun lalu, Inter Press Servicemelaporkan. Namun, kebijakan itu langsung dibatalkan.

Beberapa waktu lalu sebuah desa meloloskan peraturan yang berbunyi, "Bila seorang siswi hamil, baik dia maupun ayah si bayi harus keluar dari sekolah."

Unicef menganjurkan bahwa kemudahan akses terhadap kontrasepsi dan pendidikan seks yang lebih baik merupakan cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kehamilan di usia remaja.

Share/Bookmark

02 August, 2011

Beasiswa S-2 Universitas Leiden Sampai Oktober 2011


Tersedia beasiswa untuk melanjutkan studi S-2 di Universitas Leiden, Belanda. Untuk perkuliahan yang akan dimulai pada Februari 2012, batas waktu aplikasi 1 Oktober 2011. Beasiswa ini untuk kandidat yang berasal dari negara non-Uni Eropa.

Program yang ditawarkan:
- Master of Laws: Advanced Studies in Air and Space Law
- Master of Laws: Advanced Studies in European and International Business Law
- Master of Laws: Advanced Studies in International Tax Law
- Master of Laws: Advanced Studies in Public International Law
- MSc in International Relations and Diplomacy

Syarat pengajuan aplikasi:
- isi formulir pendaftaran secara online
- menyertakan seluruh dokumen yang dibutuhkan
- surat pernyataan/surat motivasi (ditulis dengan maksimum 500 kata yang mengindikasikan bahwa Anda layak dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa ini).
Informasi selengkapnya silakan mengunjungi website www.leidenuniv.nl.



Share/Bookmark

24 June, 2011

Serangan Kera Merapi Mengganas



BOYOLALI - Serangan kera kian menggila. Sedikitnya 70 hektare lahan pertanian di Kecamatan Selo, Boyolali, ludes tak terselamatkan akibat serbuan ribuan ekor kera yang kian ganas belakangan. Kondisi itu mengancam pasokan sayur ke berbagai pasar.
Menurut Tumar, kepala Desa Jrakah, Kecamatan Selo, serangan kera tersebut mencapai puncaknya kemarin (23/6). Lahan pertanian warga, yang mayoritas ditanami sayuran, ludes tak tersisa. ”Tanaman wortel pun dicabuti kera-kera itu,” katanya.
Para petani di lereng Gunung Merapi mencemaskan serangan kera yang cenderung mengganas tersebut. Sebab, panen palawija tinggal sepekan lagi dilakukan. Namun, banyak lahan sayur yang tidak bisa dipanen karena diserbu ratusan kera dari hutan Merapi. ”Kalau tidak segera diatasi, bisa-bisa terjadi krisis sayuran,” ungkap Tumar.
Bukan hanya lahan sayur di Desa Jrakah, hampir seluruh lahan warga di Kecamatan Selo juga diserang kera. Di Desa Suroteleng, Kecamatan Selo, 25 hektare kebun warga dijarah kera. ”Nyaris tidak ada yang tersisa,” kata Kades Suroteleng Mardiyanto.
Ditambahkan, para petani sudah frustrasi. Sebab, segala upaya untuk mengatasi serangan kera itu gagal. Perangkap jaring tak lagi mempan. ”Warga pernah nekat berusaha membunuh kera-kera tersebut dengan memasang jebakan racun. Tapi, cara itu juga tidak efektif,” terangnya. 
Saat ini, lanjut dia, serangan ribuan kera tersebut bahkan tidak bisa ditebak lagi. Dalam melancarkan aksinya, mereka tidak lagi mengenal waktu. Pernah petani menunggui kebun mereka seharian penuh. Namun, kera-kera itu tidak muncul. ”Mereka seperti tahu kapan petani lengah. Belakangan mereka juga mengincar kebun wortel. Malam hari mereka menggali tanah untuk mengambil wortel,” ucapnya.
Serangan atas kebun wortel itu diketahui kemarin pagi. Anak-anak yang bermain di ladang menemukan tanaman wortel ludes. Hanya tersisa bagian batangnya yang berserakan di tanah. 
Menyikapi keluhan tersebut, Camat Selo Subiso mulai mendata lahan warga yang diserang kera. Sejauh ini, sedikitnya 70 hektare lahan sayur warga ludes. Diperkirakan, serangan kera-kera itu terus meluas. Sebab, stok makanan di hutan di lereng Merapi diperkirakan sudah habis akibat erupsi. ”Sasarannya ya lahan warga. Kera-kera ini lapar,” ujarnya.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Subiso menyatakan segera berkoordinasi dengan pemkab dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) wilayah Boyolali dan Klaten. ”Kami akan bahas cara menghentikan serangan kera itu tanpa melukai atau membunuh. Kami berharap ada cara lain untuk mencegah serangan tersebut,” tuturnya. (un/jpnn/c9/soe)


Share/Bookmark

Tips Menyelamatkan Hasil Pertanian dari Radioaktif

Gempa disusul tsunami yang meluluhkan sebagian wilayah Jepang pada Maret lalu ikut memukul sektor pertanian. Produk pertanian pun terancam radioaktif.  


TOCHIGI hanya berjarak sekitar 50 kilometer dari kawasan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) Fukushima Daiichi. Meski tidak masuk dalam kawasan rawan radiasi yang ditetapkan pemerintah Jepang setelah ledakan beruntun reaktor nuklir PLTN, 12-16 Maret lalu, provinsi yang memiliki sekitar 2 juta penduduk itu ikut kalang kabut. Pada Rabu, 22 Juni, FAJAR yang tergabung dalam rombongan Indonesia Program Jenesys (pertukaran pemuda Jepang dan Asia Timur) berkesempatan mengunjungi kawasan penghasil stroberi dan susu terbanyak di Jepang itu.

“Sebenarnya, tidak semua produk pertanian dari Tochigi terkontaminasi radioaktif karena kerusakan PLTN di Fukushima. Tapi, kabar angin telanjur meluas bahwa makanan dari wilayah kami berbahaya untuk dikonsumsi,” kata staf Dinas Pertanian Pemerintah Prefektur Tochigi Akihiko Takayama.

Akihiko menjelaskan, sesudah ledakan reaktor nuklir PLTN Fukshima Daiichi, pemerintah Jepang langsung menetapkan nilai ambang batas kontaminasi radioaktif terhadap produk pertanian 500 becquerel. Pemerintah Prefektur Tochigi pun langsung mengambil sampel produk di seluruh wilayah mereka untuk melakukan uji kontaminasi. Prioritas pertama produk pertanian yang diuji adalah bayam, kakina (cruciferous vegetable), dan bawang.

“Tiga produk pertanian itu memang paling potensial terkontaminasi radiasi. Pemerintah Jepang juga secara khusus meminta pengujian tiga jenis produk tersebut,” papar Takayama. Setelah melalui pengujian, bawang dan kakina di Tochigi dinyatakan terkontaminasi melebihi ambang batas yang ditetapkan pemerintah Jepang. Bahkan, hasil uji kontaminasi terhadap bawang mencapai 1.000 becquerel atau dua kali lipat dari batas maksimal yang ditetapkan.

Menurut Takayama, pada saat itu pemerintah pusat belum bisa memutuskan tindak lanjut terhadap tanaman yang sudah telanjur terkontaminasi. Sebulan setelah hasil uji diketahui, baru pemerintah meminta agar dua produk tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Pemusnahan sayuran terkontaminasi dilakukan di instalasi pengolahan limbah dan dijamin terisolasi,” kata Takayama. 

Sejak pengumuman jenis sayuran terkontaminasi, sektor pertanian Tochigi mengalami pukulan berat. Selain kerugian besar karena gagal panen, harga jenis produk pangan lain juga turun. Di prefektur lain, masyarakat enggan membeli sayuran jenis apa pun dari Tochigi. Kalaupun ada, harganya turun hingga 30 persen.

Pemerintah Jepang memang belum menilai kerugian yang diderita para petani Tochigi sejak sebagian produk mereka terkontaminasi radioaktif. Namun, Koperasi Pertanian Jepang wilayah Tochigi mengalkulasi kerugian mencapai 2,4 miliar yen selama Maret 2010. Jumlah kerugian itu belum diakui pemerintah pusat karena berpotensi dikaitkan dengan uang kompensasi dari TEPCO selaku pengelola PLTN Fukushima Daiichi.

“Pemerintah pusat sudah membentuk Komisi Penilai Sengketa Kompensasi Dampak Kerusakan PLTN Fukushima. Saat ini sedang dibahas bentuk kompensasi yang mungkin bisa diberikan kepada para petani,” ujar Takayama.

Selain uji kontaminasi terhadap tiga jenis sayuran, dinas pertanian Tochigi juga melakukan tindakan yang sama terhadap sampel 200 jenis produk makanan setiap hari. Bahkan, hingga saat ini, pengujian masih dilakukan secara periodik meski tingkat kontaminasi sudah tidak ada sama sekali.

Langkah itu dilakukan untuk memperkuat citra produk pertanian Tochigi yang sempat turun drastis karena kasus kontaminasi radioaktif. Caranya, hasil penelitian dicetak melalui selebaran-selebaran dan disebarkan kepada masyarakat. Pemerintah Tochigi juga secara rutin meng-update situs mereka yang berisi informasi tingkat kontaminasi radioaktif dalam roduk pertanian.

“Kami membuka stan di mal-mal besar untuk memasarkan produk pertanian Tochigi yang dilengkapi informasi hasil uji kontaminasi. Pemerintah juga rajin mengadakan bazar di prefektur lain dengan cara-cara yang sama,” ujarnya.

Hasil dari berbagai upaya itu mulai terlihat pada pertengahan April hingga Mei 2011. Dalam rentang waktu itu, harga eceran produk pertanian Tochigi kembali normal secara perlahan.

Untuk mengatasi kandungan radioaktif di permukaan tanah, pemerintah juga melakukan pengujian dengan acuan ambang batas maksimal 5.000 bacquerel per meter persegi. Permukaan tanah pertanian yang melebihi ambang batas tersebut langsung diganti. Tidak hanya untuk tanah pertanian, hal yang sama juga dilakukan terhadap tanah di halaman sekolah dasar.

Selanjutnya, permukaan tanah itu disimpan dan sedang dikaji tindakan selanjutnya. “Hujan yang turun setelah terjadi ledakan reaktor di PLTN Fukushima Daiichi berpotensi mengakibatkan radioaktif di permukaan tanah. Banyak orang tua yang khawatir anak-anak mereka yang masih kecil akan terkena radioaktif ketika bermain di sekolah. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mengganti permukaan tanah itu,” papar Takayama. 


Share/Bookmark

50 hektar tanaman padi di Klaten terserang hama wereng



Juwiring - Sebanyak 50 hektar tanaman padi di Desa Juwiran, Juwiring, Klaten terserang hama wereng batang cokelat (WBC). Akibat serangan tersebut petani di daerah tersebut mengalami gagal panen. "Musim tanam kali ini kami gagal panen. 50 hektar tanaman padi kami diserang hama WBC," ungkap Sarwan Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah di Juwiran di Fakultas Pertanian UGM.
Serangan hama tersebut bukanlah pertama kalinya. Enam musim tanam sebelumnya juga mengalami puso. "Sudah dua tahun ini kami gagal panen karena serangan WBC juga. Tanaman padi kami diserang pada usia 2,5 bulan," ujarnya.
Akibat serangan hama tersebut Dia menderita kerugian yang tidak sedikit. Untuk satu kali garapannya mengeluarkan dana sebesar Rp 5 juta yang dipinjam dari bank. Selama ini, Dia telah melakukan penyemprotan dengan pestisida untuk memberantas hama wereng. Sayangnya usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Hama wereng tetap saja menyerang tanaman padi mereka. "Kami telah melakukan penyemprotan, tapi tetap saja tidak berhasil mengusir hama tersebut. Untuk itu kami berkunjung ke Fakultas Pertanian guna memohon pendampingan yang telah berhasil mendampingi Kelompok Tani Marsudi Karya dalam menghadapi WBC," paparnya.
Dikatakan Sarwan, Fakultas Pertanian telah melakukan pendampingan selama 4 bulan terhadap Kelompok Tani Marsudi Karya. dan hasilnya pun tidak mengecewakan. "Setelah didampingi, sekitar 70-80 persen berhasil panen. Pendampingan dilakukan pada 20 hektar tanaman padi,"ujarnya.
Perubahan Iklim
Sementara Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof Ir Triwibowo Yuwono PhD menghimbau kepada masyarakat, khususnya petani utuk waspada dalam menghadapi serangan hama WBC.
"Serangan hama WBC terus meningkat dan semakin meluas, jadi kita harus selalu waspada. Persoalan ini harus terus dikawal dan diikuti, tapi kami tidak bisa lakukan sendiri. Butuh sinergi dan kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Pemda untuk mengatasi persoalan ini," katanya.
Disebutkan, perubahan iklim merupakan salah satu faktor yang turut berperan dalam perkembangan WBC. Curah hujan yang cukup tinggi di musim kemarau tahun 2010 memberikan kondisi mikroklimat yang lembab sehingga kondusif bagi tumbuh kembang hama tersebut.
Selain hal tersebut, tidak adanya rotasi tanaman dan pola tanam padi yang tidak serempak juga menjadi penyebab meningkatnya populasi WBC. Dengan penanaman yang tidak serempak menjadikan pakan selalu tersedia bagi wereng.
"Untuk itu kami menghimbau petani agar menanan secara serempak, dengan varietas tanaman yang sama, umur yang sama untuk meminimalisir serangan wereng ini. Di samping itu juga menekan semaksimal mungkin penggunaan pestisida dalam pengendalian hama ini," imbuhnya.



Share/Bookmark

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More